Selamat datang di bolgger saya sevaalbaniinteriorkapal28, Salam literasi.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan apa itu ZEN dan wujud nyata ZEN. Semoga apa yang bisa saya berikan dapat bermanfaat bagi semua kalangan, bangsa dan negara. Amin...
1.1 pengertian ZEN.
Apa itu ZEN ?
Zen adalah praktik membangkitkan kesadaran akan kekinian dan keluar dari keadaan hidup dalam mimpi. Untuk melakukan ini kita perlu melampaui pikiran. Artinya kesadaran kita tidak lagi terseret dalam arus pikiran, tetapi sebaliknya justru sangat waspada, awas dan terhubung dengan kekinian tanpa beban label-label dalam pikiran seperti yang umumnya terjadi pada kita. Keadaan Zen sering disebut dengan ‘tanpa pikiran’. Ini tidak berarti kita tidak bisa lagi berpikir. Tetapi pikiran kita beroprasi di atas pikiran biasa, atau diluar pikiran umum. Inilah kondisi kesadaran praktik Zen. Inilah zen. Keadaan ini tidak bertujuan untuk mencapai sesuatu. Melainkan mengalami kehidupan saat ini dan terhubung dengan esensi tak berbentuk yang ada dalam diri setiap orang dan segala sesuatu. Anda bisa mengalami semua ini. Kita semua bisa. Yang dibutuhkan hanyalah melatih pikiran agar selalu berada dalam keawasan, saat ini dan disini. Anda tidak perlu terlalu banyak memiliki referensi tentang apa itu zen atau konsep-konsep tentang zen. Karena apapun yang anda pikirkan tentang Zen adalah bukan Zen.
Anda bisa menyimak ungkapan Eckart Tolle dalam bukunya The Power Of Now berikut ini:
Ini Bukan Apa Yang Anda Pikirkan
Kita terus bicara tentang keadaan kekinian sebagai kunci. Saya bisa memahaminya, tetapi apakah saya benar-benar mengalaminya?. Saya penasaran. Apakah itu adalah hal seperti apa yang saya pikirkan atau hal yang sama sekali berbeda?.
Ini bukan apa yang Anda pikirkan itu! Anda tidak dapat berpikir tentang kesadaran, dan pikiran tidak dapat memahaminya. Memahami kesadaran berarti menjadi kesadaran itu sendiri.
Buatlah percobaan kecil. Tutup mata Anda dan berkata kepada diri sendiri: ". Aku ingin tahu apa pikiranku berikutnya akan muncul" Kemudian dengan sangat waspada anda menunggu pikiran berikutnya. Jadilah seperti kucing yang sedang mengintai lubang tikus dengan pandangan yang tajam. Apa pikiran akan keluar dari lubang tikus itu? Cobalah sekarang.
Yah?
Saya harus menunggu cukup lama sebelum pikiran muncul. Hal itu akan berlangsung selama anda masih sadar. Dalam keadaan kesadaran yang intens, pikiran tidak bisa masuk. Tetapi begitu anda berada pada tingkat kelengahan tertentu, maka pikiran segera muncul. Menyebabkan kebisingan mental dan keheningan pun lenyap. Anda kembali terseret dalam arus waktu.
Para master Zen kadang menguji tingkat kewaspadaan para muridnya dengan datang diam-diam dari arah belakang dan memukul siswanya dengan tongkat. Bila seorang siswa dalam keadaan sadar penuh, maka tentunya ia akan menyadari kehadiran siapapun disekitarnya, termasuk gurunya dan akan menghentikannya sebelum memukul atau bergerak menghindar. Tetapi bila sang guru sampai berhasil memukul maka berarti siswa berada dalam keadaan melamun. Lengah. Tidak sadar. Tidak hadir, dan berarti tidak ada.
Membiasakan pikiran sadar dalam hidup sehari-hari sangat penting. Karena pikiran yang memiliki kekuatan momentum yang besar akan dengan sangat mudah menyeret anda laksana air sungai deras.
Jadi Zen adalah praktek berada dalam keadaan siaga yang intens. Dalam keadaan ini Anda terhubung ke energi kehidupan yang memberikan hikmat, kesehatan, perdamaian dan manfaat ajaib lainnya. Bila lebih banyak orang yang sadar di bumi kita, maka keadaan hidup manusia akan semakin baik.
Sedikit cerita salah satu alumni wanita jurusan Interior Kapal SMKN 3 Buduran (Perkapalan) Sidoarjo mendatangi sebuah sosialisasi yang di selenggarakan sekolah dan bekerja sama dengan salah satu lembaga Jepang. Dari sekian rangkaian kalimat yang tertutur oleh orang jepang tersebut terdapat satu kata yang menarik bagi beliau yaitu kata "ZEN" kata tersebutlah yang membuat beliau ingin menuntut ilmu melalui program On the Job Training di Jepang.
Beliau pun bertanya tentang Arti "ZEN" kepada orang Jepang tersebut. Dari sekian penjelasan yang dapat di tarik kesimpulan bahwa "ZEN" adalah penerapan sikap pantang menyerah untuk mencapai solusi didalam suatu upaya pemecahan masalah ketika sedang menjalankan proses pekerjaan dengan di sertai ide atau gagasan.
Yang membuat menarik di sini adalah beliau orang pertama (Wanita) jurusan Interior Kapal SMKN 3 Buduran Sidoarjo yang sampai saat ini memilih negara Jepang sebagai tempat menimba ilmu melalui program On the Job Training. Dengan adanya kisah inspiratif beliau maka kami siswa siswi Interior Kapal kelas 12 mencoba menerapkan prinsip "ZEN" tersebut pada pekerjaan kami yaitu simulator kapal ruang ABK.
2,1 wujud ZEN.
Berikut ZEN dari saya adalah pada pengerjaan kamar tidur abk dan saya mengambil konstruksi tangga sebagai ZEN saya, berikut gambar dari ZEN saya.
zen saya yaitu membuat tangga menempel kedinding setelah di pakai. untuk cara penempelanya saya menggunakan engsel kupu kupu. dan untuk penguncinya saya memakai selot rumah. berikut visualisansinya.
Gambar 2.1.1. gambar tangga yang ditempelkan ke dinding.
Gambar 2.1.2. gambar engsel kupu kupu.
Gambar 2.1.3. gambar selot yang digunakan sebagai pengunci.
.cara pemasangan
1. sebelum melakukan pekerjaan ini alangkah baiknya kita menyiapkan alat dan bahan yang kita perlukan. berikut alat dan bahan yang diperlukan :
alat yang dibutuhkan :
- bor tangan.
bahan yang dibutuhkan
- skrup baja ukuran 1.5 inch
- engsel kupu kupu 3 buah
- selot atau pengunci 2 buah
2. siapkan tangga, dan lubangi tangga pada bagian samping bawah sebelah kiri untuk mengunci tangga supaya tidak jatuh.
3. lalu skrup engsel ke bagian samping tangga yang berdampingan dengan skat A.
4. lalu ukur dan gambar tempat tangga yang menempel pada bagian skat A.
5. setelah diukur dan di gambar lalu pasang engsel yang sudah dipasang di tangga ke dinding/skat A.
6. setelah itu pasang selot atau kunci pada dinding skat A, dan untuk mengunci tangga agar tidak goyang saat berlayar. setelah itu pasang selot pada bagian rangka tempat tidur pada bagian samping kiri bawah tangga.
7. dan tangga siap digunakan.
Alasan saya menggunakan zen itu adalah agar ketika tangga tidak digunakan bisa di tempatkan di samping tempat tidur (menempel pada bagian skat A) dan tempat tangga bisa digunakan untuk menyantai.
sekian materi pada kesempatan kali ini apabila ada salah kata saya memohon maaf yang sebesar besarnya.dan semoga ilmu yang saya bagikan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.
wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thoriq
Wassalamualaikum Wr.Wb.
penulis
SEVA ALBANI FIRMANSYAH






